← Kembali ke Artikel

Tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara

10 Jun 2025

Tokoh Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Tokoh peletak dasar pendidikan nasional yang di lahirkan di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889


Tokoh peletak dasar pendidikan nasional ini di lahirkan di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889, dan diberi nama R. M Suwardi Suryaningrat. La berasal dan lingkongan keluarga kraton Yogyakarta. Pendidikan dasarnya di peroleh di Sekolah Dasar Belanda III ELS (Erupeesche Lagere School) di Kampung Bintaran Yogyakarta, Kemudian tahun 1904 ia melanjutkan ke Sekolah Guru (Kweekschool) di Yogyakarta dan setelah itu ia meneruskan ke STOVIA (School tot opleiding van Indische Artsen) di Jakarta, tetapi tidak sampai selesai. Kemudian bekerja di pabrik Gula Kali Bogor di Banyumas. Pada tahun 1911 ia kembali ke Yogyakarta dan bekerja sebagai pembantu apoteker di Rathkamp. Di samping itu ia mulai terjun sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyo Tomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara

R. M Suwardi mencurahkan pendidikannya secara nyata di Taman Siswa. selain itu, ia juga tetap rajin menulis, namun tema tulisan-tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan. Tulisannya yang berisi konsep-konsep pendidikan dan kebudayaan yang berwawasan kebangsaan jumlahnya mencapai ratusan buah. Melalui konsep-konsep itulah ia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Banyak rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa, antara lain pada tanggal 17 September 1932 adanya Ordonansi Sekolah Liar yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Ki Hadjar Dewantara yang nama mudanya bernama R.M Suwardi Suryaningrat, baru berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara pada saat berusia 39 tahun. Semenjak saat itu Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan pendiri Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara, memang tidak sendirian berjuang menanamkan jiwa merdeka bagi rakyat melalui bidang pendidikan. Kecerdasan, keteladanan, dan kepemimpinannya telah menghantarkan dia sebagai seorang yang berhasil meletakkan dasar pendidikan nasional Indonesia.

Perjuangannya dalam bidang pendidikan, membuat Ki Hadjar Dewantara ditetapkan pemerintah sebagai Perintis Kemerdekaan (8 Maret 1955). Selain itu, Ki Hadjar Dewantara menerima gelar Doctor Honoris Causa dalam ilmu kebudayaan dari Universitas Gajah Mada (19 Desember 1956). Dia meninggal dunia pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan disana.

#Belajar
#Bimbingan_Belajar
#Monggo_Belajar
#Hobi_belajar
#Belajar_menyenangkan
#Bimbel_Monggo